Posts

Filsafat Hikmah, Mistisisme dan Pengetahuan

Image
Artikel pernah tersiar dilaman harakatuna.com
Cukup menarik tatkala mengunjungi salah satu toko buku di Kota Bandung lantas menemukan buku ini. “Epistemologi Tasawuf” adalah judul buku tersebut. Epistemologi sebagai suatu ilmu yang berkutat pada penelaahan terhadap sumber-sumber pengetahuan yang kemudian identik dengan salah satu cabang dalam filsafat menjadi judul utama buku tersebut. Serta tasawuf yang secara sederhana saya artikan sebagai suatu cara dalam proses mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga memperoleh kenikmatan dalam beribadah.
Epistemologi Tasawuf adalah salah satu karya dari Haidar Bagir. Buku tersebut merupakan sebagian dari disertasinya saat menjalankan studi Doktoral di Program Studi Filsafat Universitas Indonesia. Sebagai pemikir yang concern dalam kajian filsafat dan pemikiran Islam kontemporer tentunya ia sudah banyak berkecimpung dalam dunia tersebut.
Karena buku ini bersifat filosofis dan memang diperuntukan untuk kalangan yang berminat dalam studi ke-filsafat-an,…

Sosialisme-Marxisme dan Islam

Image
Artikel pernah tersiar dilaman harakatuna.com
Lahir dari kalangan rakyat jelata di Mazinan, sebuah desa dekat Masyhad, timur laut Khurasan, Iran pada tanggal 24 November 1933 tak lantas membuat nasib Ali Syari’ati ikut melarat. Orangtuanya Sayyid Muhammad Taqi’ Syari’ati dan Putri Zahrah adalah keluarga yang disegani di tengah-tengah masyarakat sebagai tokoh spiritual. Darah intelektual dan spiritual mengalir dari keluarganya. Ali Syari’ati kecil sudah berbeda dengan teman sebayanya. Pikirannya sudah jauh meningalkan teman sebayanya. Hal tersebut tak terlepas dari lingkungan keluarga yang mendukung ia untuk tumbuh di tengah suasana intelek. Buku-buku menjadi teman setianya dalam mengarungi waktu sepanjang hari.

Setelah lulus dari Universitas Masyhad, Ali Syari’ati hijrah ke Universitas Paris. Disana ia merasa bebas dari incaran penguasa Iran kala itu. Ia mulai berkenalan dengan berbagai aliran pemikiran yang berkembang di dunia Kajian-kajian yang dilakukannya mengarah pada tema Islam da…

Relasi Agama, Budaya, dan Politik

Image
Trialektika merupakan buku bunga rampai hasil diskusi selama dua tahun yang diselenggarakan oleh Studia Humanika Salman ITB ataupun Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB. Seperti bunga rampai pada umumnya, tentunya isi buku tersebut merupakan kumpulan banyak tulisan dari beberapa orang dalam diskusi-diskusi yang telah dilaksanakan. Secara garis besar buku ini membahas tiga tema pokok yakni agama, budaya, dan politik.
Mengawali isi dari buku ini kita akan berlayar dalam lautan khazanah spiritualitas yang dikemukakan oleh Editor buku sendiri yakni Alfathri Adlin. Ihwal spiritualitas ini menjadi pijakan dalam pembicaraan soal bagaimana agama sering berbenturan-atau dibenturkan-dengan budaya. Pembahasan spiritualitas dimulai dari pengertian-pengertian yang lahir di Timur maupun di Barat. Dalam khazanah intelektual Timur spiritual masih lekat kaitannya dengan agama sedangkan pengertian spiritualitas di Barat sudah tidak lekat dengan agama melainkan kepada intensitas pengalaman yang tak lazim di a…

(Bijak)sana dalam Men(cinta)i

Image
Manusia memiliki suatu ciri khas yang membedakannya dengan mahkluk lain. Ia memiliki kemampuan untuk memaksimalkan rasio yang dimilikinya dalam menjalani kehidupan, berpikir. Dengan berpikir seyogianya manusia bisa menembus segala sekat-sekat dalam hidup, yang menghambat manusia untuk mengekspresikan sesuatu. Lantas timbul pertanyaan, apakah pikiran yang dihasilkan akan senantiasa memperlancar kehidupan manusia? Atau ia malah membelenggu manusia, membatasi ruang geraknya. Alih-alih membantu ia malah jadi benalu, bukannya menjadi solusi malah jadi polusi.
Salah satu ekpresi dari manusia adalah ungkapan cinta. Dalam suatu posisi manusia pasti memiliki satu kereteg hate terhadap sesuatu, baik terhadap hal materiel maupun imateriel, terhadap sesama manusia maupun terhadap Tuhan. Kereteg hate tersebut merupakan suatu refleksi imateriel yang dialami manusia. Namun, tidak semata-mata ia muncul sebagai perasaan, tentunya ada hal yang menjadi sebab yang membangkitkan kereteg hate tersebut.
Probl…

Cinta: Materiel dan Imateriel

Image
Tugasmu bukanlah mencari cinta, melainkan mencari dan menemukan segala penghalang di dirimu yang telah kamu bangun untuk melawan cinta. ~Maulana Jalaluddin RumiManusia pada hakikatnya hadir dalam kondisi fitrah. Fitrah membuat manusia berkeinginan dan cenderung memiliki preferensi terhadap suatu kebenaran. Tujuan manusia hidup seyogianya ialah kebenaran mutlak milik Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa,Allah Subhanahuwata’ala. Untuk mencapai kebenaran tersebut diperlukan penghayatan cinta kasih terhadap Sang Pencipta. Dengan begitu, kita akan memahami hakikat kebenaran yang diturunkan melalui firmanNya melalui Rosulullah Muhammad Saw.
Rosulullah Muhammad Saw. merupakan abdullah, hamba Allah yang secara fisikal memiliki kesamaan dengan manusia lainnya. Namun, Allah Swt. memberikan anugerah kepadanya untuk mengemban risalah kerosulan. Muhammad merupakan sosok yang memperkenalkan kita kepada Sang Penguasa Alam Semesta, Allah Swt. sebagai sumber dari segala sebab yang terjadi, menjadi prima …

Estafet Monoteisme

Image
Monoteisme dapat dipahami secara umum sebagai ajaran agama yang memercayai Keesaan/Kemahatunggalan Tuhan. Sejarah mencatat, dalam kepercayaan agama-agama samawi (Yahudi, Nasrani dan Islam) telah berulang kali konsep monoteisme disalah pahami yang berujung pada lahirnya politeisme maupun henoteisme.
Mu’arif mencoba untuk menjelaskan bagaimana monoteisme telah berkembang dan menjadi bagian dari kepercayaan agama-agama samawi. Ia berpendapat bahwa pemahaman kaum Muslimin-khususnya di Indonesia-terhadap latar belakang historis-kultural agama-agama samawi kurang. Sehingga, menganggap bahwa Islam lahir sebagai agama baru, tanpa ada kaitannya dengan agama samawi yang lainnya (Yahudi dan Nasrani). Padahal, ketiganya berkelit-kelindan dimana Yahudi yang dibawa Nabi Musa As. dilanjutkan estafet monoteismenya dalam Nasrani yang dibawa Nabi Isa As. kemudian berakhir dan disempurnakan di dalam Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.
Ketiga agama tersebut lahir dari satu pemahaman yang sama yakni k…

Disana Sukab Disini Sukab

Image
Kisah Dunia Sukab dimulai tahun 1984. “Penari dari Kutai” yang terbit di harian Kompas, 6 Mei 1984 menjadi pembuka kisah Dunia Sukab. Kisah seorang penari yang sering ditinggal pergi suami dan menemukan benih-benih cinta keduanya bersama lelaki yang lian. Disini Sukab hanya numpang lewat. Namun, disinilah Sukab mulai menjelma dalam kisah-kisah Seno hingga saat ini.
Dunia Sukab merupakan kumpulan cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma. Berisi tujuh belas cerita pendek. Cerita pertama seperti yang disebut diawal terbit tahun 1984. Cerita ke tujuh belas berjudul“Perempuan Preman” yang terbit di harian Media Indonesia, 28 Januari 2001.
Sejumlah cerita tersebut terangkum apik dan secara tidak langsung merupakan kesaksian Seno-sang pengarang dan wartawan-terhadap kondisi masyarakat kala itu.kesaksiannya begitu dekat dengan kondisi masyarakat, misalnya kondisi masyarakat Jakarta kurun waktu 90-an. Salah satu kesaksiannya ia ungkapkan melalui karya fiksi berlatar belakang peristiwa nyata penj…

Laila Majnun

Image
Gerbangdunia.zone.id - Sampai saat ini buku bertemakan cinta masih menjadi primadona dikalangan masyarakat. Banyak interpretasi yang hadir akan cinta itu sendiri, hal tersebut tak terlepas dari sifat universalitas dari cinta. Karena cinta bisa hadir di mana pun, kapan pun, dengan siapa dan juga apa pun.
Membaca kisah-kisah cinta akan mengusik jiwa terdalam seseorang. Cinta nyaris sama dengan kehidupan itu sendiri. Cinta bisa menjangkit jiwa antar manusia, antara manusia dengan mahkluk lainnya, maupun antara manusia dan Sang Pencipta.
Seperti halnya kisah cinta yang tersaji dalam Laila Majnun. Laila Majnun yang merupakan karya sastra berisi kisah cinta tragis antara dua anak muda ini sangat terkenal di negara-negara Islam di Timur Tengah dan telah diceritakan secara turun temurun selama ratusan tahun.
Ialah Nizami Ganjavi, seorang penyair Persia yang mendapatkan tugas untuk mengisahkan cerita yang tersebar dari mulut ke mulut tersebut ke dalam suatu karya sastra luar biasa ini. Ialah Shir…

Jangan Putus Asa Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya

Image
Artikel pernah tersiar dilaman harakatuna.com dengan judul "Belajar dari Teroris dan Korbannya"
Gerbangdunia.zone.id - Secara sederhana Hasibullah Satrawi menulis buku ini berdasarkan pengalamannya dalam berjumpa dan berintraksi dengan mantan pelaku tindak terorisme serta korban yang diakibatkan oleh tindakan tersebut. Banyak sekali pembelajaran yang dapat diambil dari kehidupan pelaku dan korban. Hasib begitu sapaan akrabnya menulis buku untuk mencoba memahamisegala macam sisi kehidupan teroris dan korbannya dalam sudut pandang ibroh (pembelajaran) dan hikmah sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Pria lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini merefleksikan pikiran dan upaya advokasinya terhadap masalah-masalah terorisme. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengkampanyekan suatu perdamaian dalam berkehidupan. Latar belakang keislaman yang kental membuat Hasib dengan lugas mengemukakan pandangan islam terhadap bentuk-bentuk kegiatan terorisme yang mengidentika…